Perbedaan PT Perorangan dan PT Biasa

Pendahuluan

Banyak pelaku usaha di Indonesia masih bingung dalam menentukan bentuk badan hukum yang paling tepat untuk bisnisnya. Sejak terbitnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, pemerintah memperkenalkan konsep PT Perorangan sebagai bentuk penyederhanaan dari Perseroan Terbatas (PT) biasa. Keduanya sama-sama merupakan badan hukum yang sah dan diakui negara, tetapi memiliki perbedaan mendasar dalam struktur, syarat pendirian, permodalan, hingga pengelolaan usaha. Artikel ini akan menjelaskan secara rinci perbedaan PT Perorangan dan PT Biasa, lengkap dengan dasar hukum, kelebihan, serta mana yang lebih cocok untuk jenis usaha Anda.

1. Pengertian dari Perbedaan PT Perorangan dan PT Biasa

Sebelum membahas perbedaan, penting untuk memahami pengertiannya terlebih dahulu.

a. PT Perorangan

Menurut Pasal 109 angka 1 UU Cipta Kerja dan PP Nomor 8 Tahun 2021,
PT Perorangan adalah Perseroan Terbatas yang didirikan oleh satu orang saja, baik sebagai pemegang saham maupun direktur, dengan syarat memenuhi kriteria Usaha Mikro dan Kecil (UMK).
Pendirian dilakukan tanpa akta notaris, cukup melalui Surat Pernyataan Pendirian dan pendaftaran online di portal AHU Kemenkumham.

b. PT Biasa

Sedangkan PT Biasa (atau PT konvensional) merujuk pada Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Bentuk ini merupakan badan hukum yang didirikan minimal oleh dua orang atau lebih, dengan struktur organisasi yang lebih kompleks dan aturan yang lebih ketat, terutama terkait modal dan tanggung jawab direksi serta komisaris.

2. Perbedaan PT Perorangan dan PT Biasa

Untuk memudahkan pemahaman, berikut tabel perbandingan aspek-aspek utama antara keduanya:

AspekPT PeroranganPT Biasa
Dasar HukumUU No. 11/2020 (Cipta Kerja) dan PP No. 8/2021UU No. 40/2007 tentang PT
Jumlah Pendiri1 orang (WNI)Minimal 2 orang (bisa WNI/WNA)
Akta NotarisTidak diperlukanWajib dibuat oleh notaris dan disahkan Kemenkumham
Modal DasarTidak ada batas minimalDitetapkan dalam akta pendirian sesuai kesepakatan pendiri
Struktur OrganisasiHanya ada Direktur sekaligus Pemegang SahamAda RUPS, Direksi, dan Komisaris
Kriteria UsahaHanya untuk UMK (mikro dan kecil)Bisa untuk semua skala usaha
Biaya PendirianRelatif murah (tanpa notaris)Lebih mahal karena melibatkan notaris dan administrasi lebih kompleks
PendaftaranOnline melalui AHU KemenkumhamOnline melalui notaris ke AHU Kemenkumham
Tanggung Jawab PemilikTerbatas pada modal yang disetorSama — terbatas pada modal yang disetor
Perubahan Data / Laporan TahunanDisampaikan langsung oleh pemilikDisahkan melalui notaris dan RUPS
Kemampuan Menarik InvestorTerbatas, karena hanya satu pemegang sahamLebih fleksibel, dapat menarik investor baru
Cocok UntukUsaha kecil, mandiri, rintisanUsaha menengah-besar, korporasi, atau joint venture

3. Dasar Hukum Kedua Jenis PT

  • PT Perorangan:
    • UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja
    • PP No. 8 Tahun 2021
    • Permenkumham No. 21 Tahun 2021
  • PT Biasa:
    • UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
    • PP No. 29 Tahun 2016 tentang Perubahan Modal Dasar Perseroan
    • Peraturan OJK & BKPM terkait investasi dan kepemilikan saham

4. Proses Pendirian: Perbedaan PT Perorangan dan PT Biasa

PT Perorangan

Pendaftaran dilakukan sepenuhnya secara online di situs ahu.go.id.
Langkah-langkahnya:

  1. Buat akun AHU Online.
  2. Pilih menu “Pendirian PT Perorangan”.
  3. Isi Surat Pernyataan Pendirian berisi identitas, nama PT, kegiatan usaha, modal, dan domisili.
  4. Sistem akan mengeluarkan Sertifikat Pernyataan Pendirian PT Perorangan.

Tidak diperlukan notaris, SK Kemenkumham terbit otomatis dalam beberapa jam jika data lengkap.

PT Biasa

Prosesnya lebih kompleks:

  1. Persiapkan minimal 2 pendiri.
  2. Buat Akta Pendirian di hadapan notaris.
  3. Notaris mengajukan pengesahan ke Kemenkumham.
  4. Setelah SK Kemenkumham keluar, lanjutkan dengan NIB di OSS.

Biasanya membutuhkan waktu beberapa hari hingga minggu tergantung kelengkapan dokumen.

5. Kelebihan dan Kekurangan

PT Perorangan

Kelebihan:

  • Proses cepat dan mudah tanpa notaris.
  • Biaya pendirian rendah.
  • Cocok untuk UMK yang baru berkembang.

Kekurangan:

  • Tidak bisa memiliki lebih dari satu pemegang saham.
  • Sulit menarik investor.
  • Hanya berlaku untuk usaha skala kecil.

PT Biasa

Kelebihan:

  • Bisa menambah pemegang saham atau investor.
  • Cocok untuk ekspansi dan proyek besar.
  • Lebih fleksibel dalam pengelolaan keuangan dan struktur organisasi.

Kekurangan:

  • Proses pendirian lebih lama dan biaya lebih tinggi.
  • Perubahan data harus melalui notaris.

6. Contoh Kasus Praktis PT perorangan dan PT Biasa

Seorang wirausahawan muda ingin melegalkan usahanya di bidang kuliner rumahan.
Karena modalnya terbatas dan belum memiliki rekan bisnis, ia memilih PT Perorangan karena cepat dan murah.

Namun, setelah bisnisnya berkembang dan menarik investor lokal, ia memutuskan mengubah statusnya menjadi PT Biasa agar dapat menambah pemegang saham.
Kasus ini menunjukkan bahwa PT Perorangan bisa menjadi tahap awal yang strategis menuju skala perusahaan yang lebih besar.

7. Mana yang Lebih Baik?

Jawabannya tergantung pada tujuan bisnis dan skala usaha Anda.

  • Jika Anda baru memulai bisnis mikro/kecil dan ingin segera memiliki legalitas → PT Perorangan lebih tepat.
  • Jika bisnis Anda sudah berkembang dan ingin menjaring investasi, ekspor, atau tender besar → PT Biasa adalah pilihan ideal.

Keduanya sama-sama badan hukum yang diakui, namun berbeda dari segi fleksibilitas, skala, dan kebutuhan administratif.

JASA KONSTRUKSI DAN pERIZINAN PENDIRIAN PT, NBI, perbedaan pkp dan non pkp, Nusaraya, syarat pengusaha kena pajak, perbedaan cv pt dan firma, Tujuan AMDAL Adalah, inovasi alat pertanian, cara mendirikan cv perorangan, perseroan terbatas adalah, strategi pengembangan cv, sewa meeting room jakarta, perbedaan pt perorangan dan pt biasa

Artikel Terkait :

Panduan Cek Nama PT Perorangan yang harus Diketahui

Perseroan Terbatas Perorangan: Solusi untuk Bisnis UMKM

Kesimpulan Perbedaan PT Perorangan dan PT Biasa

Perbedaan PT Perorangan dan PT Biasa bukan sekadar pada jumlah pendiri, tetapi juga menyangkut struktur organisasi, cakupan usaha, serta kemudahan operasional.
Pemerintah menghadirkan PT Perorangan sebagai solusi bagi pelaku UMK untuk naik kelas tanpa terbebani biaya besar dan proses panjang.

Namun, untuk bisnis yang sudah matang atau ingin ekspansi besar, PT Biasa tetap menjadi pilihan yang paling fleksibel dan kredibel.
Pastikan Anda memahami kebutuhan dan arah bisnis sebelum memilih bentuk badan hukum agar langkah legalitas Anda benar sejak awal.

Rekomendasi News & Blog

Lihat rekomendasi artikel lainnya untuk menambah wawasan Anda:
download (3)
Read More
download (1)
Read More
ChatGPT Image 30 Jun 2026, 16.19
Read More
kjhgfdxcv
Read More
ojhgfvbn
Read More
perbedaan bisnis
Read More
cek pt perorangan
Read More
Gemini_Generated_Image_5wwitg5wwitg5wwi
Read More
pexels-kampus-8190804
Read More
legalitas pt pt
Read More

Tertarik untuk mengambil layanan yang mana?

Ayo Segera Hubungi Kami!

Pilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda! Tim kami siap membantu kapan saja!

Scroll to Top