Strategi Social Commerce 2026 untuk Meningkatkan Penjualan

Apa Itu Strategi Social Commerce 2026?

Social commerce adalah strategi penjualan yang menggabungkan aktivitas media sosial dengan proses pemasaran dan perdagangan. Konsumen tidak hanya melihat konten, tetapi juga dapat menemukan produk, mempertimbangkan pembelian, hingga melakukan transaksi melalui ekosistem digital yang terhubung, itulah pengertian dari social commerce, nemun kita akan membahas tentang strategi social commerce 2026.

Perkembangan social commerce semakin menarik karena konsumen kini tidak hanya mencari produk melalui marketplace. Video pendek, live streaming, konten kreator, ulasan pelanggan, dan rekomendasi di media sosial juga menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan.

Di Indonesia, perkembangan video commerce menunjukkan potensi yang sangat besar. Laporan e-Conomy SEA 2025 dari Google, Temasek, dan Bain & Company mencatat volume transaksi video commerce Indonesia mencapai 2,6 miliar transaksi, meningkat 90% secara tahunan. Jumlah penjual dan toko online juga meningkat 75% menjadi sekitar 800 ribu.

Artinya, social commerce bukan lagi sekadar tren pemasaran, tetapi sudah menjadi salah satu kanal penting bagi bisnis untuk menjangkau konsumen.

Mengapa Social Commerce Penting di 2026?

Ada perubahan besar dalam cara konsumen berbelanja. Konsumen dapat menemukan produk melalui video, melihat demonstrasi penggunaan, membaca komentar, bertanya kepada penjual, kemudian langsung mencari produk tersebut untuk dibeli.

Model seperti ini membuat batas antara content, marketing, dan commerce semakin tipis.

Bagi UMKM, social commerce juga memberikan kesempatan untuk memulai pemasaran tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk toko fisik. Konten yang tepat dapat menjangkau calon pelanggan baru sekaligus membangun kepercayaan terhadap brand.

Namun, meningkatnya jumlah penjual juga berarti persaingan semakin ketat. Karena itu, bisnis tidak cukup hanya “jualan di media sosial”, tetapi membutuhkan strategi yang terarah.

7 Strategi Social Commerce 2026

1. Fokus pada Konten yang Menjual, Bukan Sekadar Viral

Konten yang mendapatkan banyak views belum tentu menghasilkan penjualan.

Pada 2026, bisnis perlu membuat konten yang menghubungkan perhatian dengan kebutuhan konsumen.

Contohnya:

  • Video masalah dan solusi.
  • Demonstrasi penggunaan produk.
  • Perbandingan produk.
  • Tutorial.
  • Review pelanggan.
  • Behind the scenes.
  • Before-after.
  • FAQ produk.
  • Video proses produksi.

Prinsipnya sederhana: buat konten yang membantu konsumen mengambil keputusan.

2. Maksimalkan Video Pendek

Video pendek menjadi salah satu format penting dalam social commerce karena produk dapat ditampilkan secara visual dan mudah dipahami.

Untuk produk fashion misalnya, jangan hanya menampilkan foto produk. Buat video yang menunjukkan:

  • bagaimana produk digunakan;
  • ukuran dan detail bahan;
  • variasi warna;
  • cara memadukan produk;
  • hasil pemakaian.

Semakin mudah calon pelanggan memahami produk, semakin kecil keraguan sebelum membeli.

3. Gunakan Live Shopping Secara Konsisten

Live shopping dapat digunakan untuk membangun interaksi langsung antara penjual dan calon pembeli.

Daripada melakukan live tanpa konsep, buat format yang jelas, misalnya:

Pembukaan → Produk utama → Demonstrasi → Tanya jawab → Promo → Call to action.

Bisnis juga dapat menggunakan sesi live untuk menjawab pertanyaan yang sering muncul di kolom komentar.

Tidak harus melakukan live setiap hari. UMKM dapat memulai dengan satu atau dua sesi per minggu dan mengevaluasi hasilnya.

4. Manfaatkan Affiliate dan Creator

Social commerce semakin erat dengan creator economy. Konsumen sering kali lebih tertarik pada pengalaman seseorang ketika menggunakan produk dibandingkan iklan yang terlalu formal.

Karena itu, bisnis dapat bekerja sama dengan:

  • micro influencer;
  • content creator niche;
  • affiliate creator;
  • pelanggan loyal;
  • komunitas tertentu.

Tidak selalu harus memilih influencer dengan jumlah followers terbesar. Untuk UMKM, creator dengan audiens yang lebih spesifik dan relevan sering kali lebih menarik untuk diuji.

5. Gabungkan TikTok Shop dan Marketplace

Strategi social commerce sebaiknya tidak bergantung pada satu kanal saja.

Saat ini, Tokopedia dan TikTok Shop telah memiliki Seller Center terintegrasi, sehingga penjual dapat mengelola operasional kedua kanal melalui satu pusat penjual dan tetap memiliki fleksibilitas untuk memilih berjualan di salah satu atau keduanya. Ekosistem tersebut juga menyediakan akses terhadap affiliate dan live shopping.

Strateginya dapat dibuat seperti:

TikTok → Konten → Ketertarikan → Produk → Marketplace → Transaksi → Repeat Order

Dengan demikian, media sosial berfungsi sebagai mesin discovery dan engagement, sedangkan marketplace dapat membantu proses transaksi dan pengelolaan toko.

6. Bangun Social Proof

Salah satu tantangan dalam penjualan online adalah kepercayaan.

Calon pelanggan ingin mengetahui apakah produk benar-benar sesuai dengan yang ditampilkan.

Karena itu, tampilkan:

  • review pelanggan;
  • video unboxing;
  • testimoni;
  • rating;
  • user-generated content;
  • foto pelanggan;
  • hasil penggunaan produk.

Social proof dapat membantu mengurangi keraguan konsumen sebelum membeli.

7. Jangan Bergantung pada Algoritma

Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap followers dan views sebagai aset utama.

Padahal algoritma platform dapat berubah.

Karena itu, bisnis sebaiknya membangun aset yang dapat dikendalikan sendiri, seperti:

  • database pelanggan;
  • WhatsApp bisnis;
  • website;
  • marketplace;
  • katalog produk;
  • data transaksi;
  • program membership;
  • sistem repeat order.

Media sosial sebaiknya digunakan sebagai pintu masuk pelanggan, bukan satu-satunya tempat bisnis bergantung.

Strategi Social Commerce 2026 Berdasarkan Tahap Bisnis

Untuk Bisnis Baru

Fokus pada:

  1. Menentukan niche.
  2. Membuat akun bisnis.
  3. Membuat konten secara konsisten.
  4. Menguji beberapa jenis produk.
  5. Menggunakan affiliate atau creator kecil.
  6. Mengukur konten yang menghasilkan transaksi.

Tidak perlu langsung mengeluarkan anggaran iklan besar.

JASA KONSTRUKSI DAN pERIZINAN PENDIRIAN PT, NBI, perbedaan pkp dan non pkp, Nusaraya, syarat pengusaha kena pajak, perbedaan cv pt dan firma, Tujuan AMDAL Adalah, inovasi alat pertanian, cara mendirikan cv perorangan, perseroan terbatas adalah, strategi pengembangan cv, sewa meeting room jakarta

Untuk UMKM yang Sudah Berjalan

Mulai membangun sistem:

  • kalender konten;
  • live shopping;
  • affiliate;
  • database pelanggan;
  • promosi berkala;
  • program repeat order;
  • analisis penjualan.

Tujuannya bukan sekadar mendapatkan pembeli baru, tetapi meningkatkan customer lifetime value (CLV).

Untuk Brand yang Sudah Besar

Strateginya dapat diperluas melalui:

  • creator partnership;
  • paid media;
  • social listening;
  • CRM;
  • retargeting;
  • omnichannel marketing;
  • automation;
  • analisis customer journey.

Dengan demikian, social commerce menjadi bagian dari strategi pemasaran secara keseluruhan.

Perhatikan Regulasi Strategi Social Commerce 2026

Pelaku usaha juga perlu memperhatikan regulasi yang berlaku.

Per September 2026, penyelenggaraan perdagangan melalui sistem elektronik di Indonesia diatur antara lain melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik. Peraturan tersebut berstatus berlaku dan mencabut Permendag Nomor 31 Tahun 2023.

Permendag 19/2026 secara khusus mencakup berbagai model bisnis perdagangan digital, termasuk social-commerce.

Karena aturan perdagangan digital dapat berkembang mengikuti model bisnis dan teknologi, pelaku usaha sebaiknya memastikan kegiatan usaha, informasi produk, promosi, serta mekanisme perdagangan telah sesuai dengan ketentuan terbaru.

Contoh Strategi Social Commerce 2026 untuk UMKM

Misalnya sebuah bisnis menjual makanan sehat.

Strateginya dapat dibuat seperti berikut:

Senin: video tips memilih makanan sehat
Selasa: video proses pembuatan produk
Rabu: testimoni pelanggan
Kamis: video edukasi kandungan produk
Jumat: live shopping
Sabtu: konten promo
Minggu: repost konten pelanggan

Kemudian affiliate atau creator dapat digunakan untuk memperluas jangkauan.

Dengan pola tersebut, akun tidak hanya berisi promosi produk, tetapi juga memberikan informasi yang membuat calon pelanggan tertarik dan percaya.

Kesalahan yang Harus Dihindari dari Strategi Social Commerce 2026

Beberapa kesalahan yang sering dilakukan dalam social commerce adalah:

  • hanya mengejar views;
  • terlalu sering hard selling;
  • tidak memahami target audiens;
  • mengabaikan komentar pelanggan;
  • tidak menggunakan testimoni;
  • tidak melakukan evaluasi penjualan;
  • bergantung pada satu platform;
  • tidak memperhatikan legalitas usaha;
  • menggunakan konten orang lain tanpa memperhatikan hak penggunaannya.

Social commerce yang efektif membutuhkan kombinasi antara konten, kepercayaan, teknologi, dan sistem penjualan.

FAQ Strategi Social Commerce 2026

Apa itu strategi social commerce?

Strategi social commerce adalah pendekatan pemasaran dan penjualan yang memanfaatkan media sosial, konten, creator, live shopping, dan fitur perdagangan digital untuk mendorong konsumen dari tahap menemukan produk hingga melakukan pembelian.

Apakah social commerce cocok untuk UMKM?

Ya. Social commerce dapat menjadi salah satu pilihan pemasaran yang relatif mudah dimulai karena UMKM dapat memanfaatkan konten organik, affiliate, komunitas, dan platform digital untuk menjangkau calon pelanggan.

Apakah harus menggunakan influencer besar?

Tidak. UMKM dapat memulai dengan micro influencer atau creator dengan audiens yang sesuai dengan target pasar.

Apakah TikTok Shop masih bisa digunakan di Indonesia?

Ekosistem TikTok Shop di Indonesia telah terintegrasi dengan Tokopedia melalui Seller Center terintegrasi. Penjual dapat memilih berjualan di TikTok Shop, Tokopedia, atau keduanya.

Apakah social commerce hanya untuk produk fashion?

Tidak. Social commerce juga dapat digunakan untuk makanan, kecantikan, elektronik, produk rumah tangga, jasa, produk digital, dan berbagai kategori lain yang dapat dipasarkan melalui konten.

Kesimpulan Strategi Social Commerce 2026

Strategi social commerce 2026 tidak lagi hanya tentang memposting produk di media sosial. Persaingan semakin mengarah pada kemampuan bisnis menggabungkan konten, video, creator, live shopping, marketplace, dan pengalaman pelanggan dalam satu perjalanan pembelian.

Data perkembangan video commerce di Indonesia menunjukkan bahwa peluangnya masih sangat besar. Namun, bisnis yang ingin bertahan tidak cukup hanya mengejar viral. Yang lebih penting adalah membangun sistem yang mampu mengubah perhatian menjadi transaksi dan transaksi menjadi pelanggan berulang.

Bagi UMKM, langkah terbaik adalah memulai dari skala kecil, menguji konten, memahami perilaku pelanggan, kemudian meningkatkan strategi berdasarkan data.

Ingin Mengembangkan Bisnis Secara Legal dan Profesional?

Strategi digital akan lebih optimal jika fondasi bisnisnya juga sudah tertata.

Jika Anda membutuhkan bantuan untuk pendirian badan usaha, pengurusan NIB, perizinan usaha, perubahan data usaha, hingga kebutuhan legalitas bisnis lainnya, Bisnis Indo dapat membantu menyesuaikan prosesnya dengan kebutuhan usaha Anda. Bangun bisnisnya, rapikan legalitasnya, dan siapkan fondasinya untuk berkembang.

Artikel Terkait

Begini cara urus izin usaha agar kamu tenang menjalankan bisnismu

Rekomendasi News & Blog

Lihat rekomendasi artikel lainnya untuk menambah wawasan Anda:
pexels-uma-media-2149408028-36554524
Read More
pngtree-futuristic-ai-technology-source-and-related-content-image_17208471
Read More
1788493033080
Read More
ChatGPT Image 3 Jul 2026, 09.11
Read More
ChatGPT Image 29 Jun 2026, 09.14
Read More
KJHGFD
Read More
fghjnm
Read More
Bpom scincare
Read More
IMG_0338
Read More
Gemini_Generated_Image_vqcnnfvqcnnfvqcn
Read More

Tertarik untuk mengambil layanan yang mana?

Ayo Segera Hubungi Kami!

Pilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda! Tim kami siap membantu kapan saja!

Scroll to Top