Banyak pelaku usaha masih merasa kesulitan saat akan menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) melalui sistem OSS Berbasis Risiko (OSS RBA). Salah satu penyebabnya adalah belum memahami bagaimana bentuk laporan yang benar serta informasi apa saja yang harus diisi.
Padahal, memahami contoh LKPM yang sudah diisi dapat membantu perusahaan menghindari kesalahan saat pelaporan. Artikel ini membahas struktur LKPM, data yang perlu disiapkan, contoh pengisian, serta hal-hal yang harus diperhatikan agar laporan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Apa Itu LKPM?
LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal) merupakan laporan berkala yang wajib disampaikan oleh pelaku usaha mengenai perkembangan realisasi investasi dan pelaksanaan kegiatan usahanya.
Kewajiban penyampaian LKPM diatur dalam:
* Peraturan BKPM Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pedoman dan Tata Cara Pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
* Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
Melalui laporan tersebut, pemerintah melakukan pengawasan terhadap perkembangan investasi di Indonesia sekaligus memastikan kegiatan usaha berjalan sesuai izin yang dimiliki.
Informasi yang Diisi dalam LKPM
Secara umum, formulir LKPM terdiri atas beberapa bagian utama.
1. Data Perusahaan
Bagian ini berisi identitas perusahaan, antara lain:
* Nomor Induk Berusaha (NIB)
* Nama perusahaan
* Alamat perusahaan
* KBLI
* Lokasi proyek
Data tersebut umumnya telah terintegrasi dari sistem OSS sehingga pelaku usaha hanya perlu melakukan pengecekan kembali.
2. Realisasi Investasi
Pada bagian ini perusahaan melaporkan jumlah investasi yang telah direalisasikan selama periode pelaporan.
Misalnya:
Uraian Nilai
Tanah Rp500.000.000
Bangunan Rp350.000.000
Mesin dan Peralatan Rp900.000.000
Modal Kerja Rp250.000.000
Total Realisasi Investasi
Rp2.000.000.000
Nilai investasi harus sesuai dengan kondisi riil perusahaan dan didukung dokumen pembukuan apabila sewaktu-waktu dilakukan pemeriksaan.
3. Penyerapan Tenaga Kerja
Contoh pengisian:
Jenis Tenaga Kerja Jumlah
Tenaga Kerja Indonesia 28 Orang
Tenaga Kerja Asing 2 Orang
Jumlah tenaga kerja harus menggambarkan kondisi aktual pada periode pelaporan.
4. Perkembangan Kegiatan Usaha
Pada bagian ini pelaku usaha menjelaskan kondisi proyek, misalnya:
Kegiatan operasional telah berjalan sejak Januari 2026 dengan kapasitas produksi mencapai 70% dari target. Perusahaan masih melakukan penambahan mesin produksi untuk meningkatkan kapasitas.
Apabila perusahaan masih dalam tahap pembangunan, maka dapat dijelaskan progres pembangunan proyek.
5. Permasalahan yang Dihadapi
Contoh pengisian:
* Keterlambatan pengiriman mesin impor.
* Kenaikan harga bahan baku.
* Proses rekrutmen tenaga kerja yang masih berlangsung.
Bagian ini penting karena menjadi bahan evaluasi pemerintah terhadap iklim investasi.
Contoh LKPM yang Sudah Diisi (Sederhana)
Berikut contoh sederhana ilustrasi pengisian LKPM.
Nama Perusahaan
PT Maju Bersama Indonesia
NIB
1234567890123
KBLI
46900 – Perdagangan Besar Berbagai Macam Barang
Periode Pelaporan
Triwulan II Tahun 2026
Realisasi Investasi
Rp2.000.000.000
Tenaga Kerja Indonesia
28 Orang
Tenaga Kerja Asing
2 Orang
Status Kegiatan Usaha
Operasional berjalan.
Permasalahan
Belum terdapat kendala yang signifikan.
Contoh di atas hanya sebagai ilustrasi. Format yang digunakan dalam sistem OSS dapat berbeda karena mengikuti pembaruan sistem dan jenis kegiatan usaha masing-masing perusahaan.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mengisi LKPM
Berdasarkan panduan OSS dan praktik pendampingan pelaku usaha, beberapa kesalahan yang paling sering ditemukan antara lain:
* Salah memasukkan nilai investasi.
* Tidak memperbarui jumlah tenaga kerja.
* Salah memilih proyek.
* Mengisi data tidak sesuai kondisi sebenarnya.
* Terlambat menyampaikan laporan.
Kesalahan tersebut dapat menyebabkan perusahaan diminta melakukan perbaikan data atau mendapatkan teguran dalam proses pengawasan.
Tips Mengisi LKPM dengan Benar
Agar proses pelaporan berjalan lancar, sebaiknya:
* Siapkan laporan keuangan terlebih dahulu.
* Pastikan data tenaga kerja telah diperbarui.
* Cocokkan nilai investasi dengan pembukuan perusahaan.
* Gunakan data aktual, bukan estimasi.
* Lakukan pengecekan kembali sebelum menekan tombol Submit.
Dengan persiapan yang baik, proses pengisian LKPM biasanya dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat.
Apakah Bisa Mengubah LKPM yang Sudah Dikirim?
Dalam kondisi tertentu, pelaku usaha dapat melakukan perbaikan data apabila sistem OSS masih memberikan kesempatan untuk revisi atau sesuai arahan dari instansi yang berwenang. Oleh karena itu, apabila menemukan kesalahan setelah pengiriman laporan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan pihak terkait agar mendapatkan prosedur yang tepat.

Kesimpulan
Contoh LKPM yang sudah diisi dapat menjadi referensi bagi pelaku usaha untuk memahami struktur pelaporan melalui OSS. Meskipun setiap perusahaan memiliki data yang berbeda, informasi yang dilaporkan pada dasarnya meliputi identitas perusahaan, realisasi investasi, tenaga kerja, perkembangan usaha, dan kendala yang dihadapi.
Pastikan seluruh data yang dilaporkan merupakan kondisi sebenarnya agar perusahaan tetap memenuhi kewajiban pelaporan sesuai ketentuan yang berlaku.
Butuh Bantuan Pengisian LKPM?
Masih bingung mengisi LKPM atau khawatir terjadi kesalahan saat pelaporan? Bisnis Indo siap membantu Anda mulai dari pendampingan pengisian LKPM, pengecekan data OSS, hingga konsultasi perizinan usaha sehingga proses pelaporan menjadi lebih mudah, cepat, dan sesuai regulasi.